top of page

WIN Capital Garap IPO Saham 2 Emiten, Salah Satu Perusahaan Furnitur Ini


Direktur Utama HDK Richie Hartanto (kiri) dan CEO WIN Kapital Giovanni Marco (kanan)

JAKARTA, Investor.id – WIN Capital membidik untuk membawa dua calon emiten melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham pada semester II tahun 2023.

CEO WIN Kapital Giovanni marco mengatakan, kedua emiten tersebut sudah memasuki tahap penyelesaian untuk melengkapi persyaratan kepada regulator. "Kita akan membawa dua calon emiten di bidang jasa interior dan pertanian tahun ini. Semua persyaratan kemungkinan tuntas pada kuartal III-2023," ungkap Gio di kantor WIN Kapital, di Jakarta, pekan lalu.


Dia mengatakan, WIN Capital tertarik mendorong perusahaan-perusahaan yang memiliki fundamental baik dan prospek bisnis yang bertumbuh untuk menggelar IPO saham. Seperti calon emiten PT Harta Djaya Karya (HDK) sebagai perusahaan jasa desain terpercaya dan mumpuni lebih dari 10 tahun. HDK juga dinilai handal dengan track record of clients yang bergengsi serta berhasil mencetak kenaikan nilai kontrak tertinggi dalam 3 tahun terakhir.


Tak hanya itu, dia mengatakan, jasa HDK sangat dibutuhkan, karena setiap rumah pasti membutuhkan furnitur seperti meja, kursi, dan lemari. Siapa yang tidak membutuhkan mebel untuk melengkapi dan mempercantik rumah mupun kantor? Hampir setiap rumah dan kantor pasti membutuhkannya.


Dari sisi industri, dia mengatakan, furnitur Indonesia dan global secara keseluruhan terus menunjukkan proyeksi yang menjanjikan. Prospek industri furnitur global menurut World Furniture Account Federation diperkirakan akan tumbuh antara 6%-10% dengan nilai sebesar US$ 700 miliar. Dengan tingginya angka proyeksi tersebut, industri furnitur masih menjadi daya tarik untuk ekspor Indonesia dan mempunyai permintaan yang tinggi.


Sementara itu, Direktur Utama HDK Richie Hartanto mengatakan,nilai konstruksi proyek perkantoran pada tahun 2023 diperkirakan meningkat hingga 60% menjadi Rp 20,07 triliun, dibandingkan dengan tahun 2022 sebesar IDR 12 54 triliun. “Artinya industri ini masih bertumbuh,” terangnya.

12 tampilan0 komentar

Comments


bottom of page