TATAH 2026 Digelar di Museum Nasional: Menegaskan Ukir Jepara sebagai Warisan Sejarah Bangsa
- HIMKI Pusat

- 1 hari yang lalu
- 2 menit membaca

Jakarta, 1 Februari 2026 – Pameran seni ukir berbasis sejarah bertajuk TATAH 2026 dipastikan akan menyapa publik di Museum Nasional Indonesia, Jakarta, pada April mendatang. Gelaran ini menjadi momentum penting untuk menegaskan kembali bahwa seni ukir Jepara bukan sekadar komoditas, melainkan bagian integral dari warisan sejarah dan identitas kebudayaan Indonesia.
Pameran ini merupakan hasil inisiasi Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Jepara yang bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Jepara serta Rumah Kartini. Dengan pendekatan kuratorial yang mendalam, TATAH 2026 menempatkan ukir Jepara sebagai hasil dari laku pengetahuan dan tradisi panjang yang diwariskan lintas generasi.
Mengangkat tema “Suluk – Sulur – Jepara”, pameran ini memposisikan seni ukir sebagai bahasa budaya yang hidup. Ia lahir dari sebuah proses, tumbuh dalam ekosistem sosial, dan tetap relevan dalam lintasan sejarah Nusantara yang berkelanjutan.
Pemilihan Museum Nasional sebagai lokasi pameran setelah sebelumnya direncanakan di Galeri Nasional—merupakan langkah strategis. Lokasi ini dinilai lebih selaras dengan visi kuratorial yang menitikberatkan pada aspek sejarah, keberadaan artefak, serta narasi panjang perjalanan seni ukir Jepara sebagai kekayaan budaya orisinil Indonesia.
Kurator pameran, Dr. Suwarno Wisetrotomo, M.Hum. dan Nano Warsono, S.Sn., M.A., menegaskan bahwa TATAH 2026 jauh melampaui sekadar ajang pamer produk kerajinan.
"Ukir Jepara adalah karya budaya yang lahir dari proses panjang, bukan hasil instan," ujar Nano Warsono menekankan orisinalitas karya tersebut.
Senada dengan hal tersebut, Suwarno menekankan bahwa esensi dari tradisi ini terletak pada kesungguhan jiwa dan material yang digunakan. Karya ukir Jepara lahir dari kedalaman laku spiritual dan material yang membawa beban sejarah yang panjang.
Didukung oleh tim periset dari berbagai disiplin ilmu, pameran ini diharapkan menjadi ruang pembacaan baru bagi masyarakat luas. TATAH 2026 berupaya menggeser persepsi publik agar tidak hanya melihat ukir Jepara sebagai barang ekonomi, tetapi sebagai pengetahuan budaya dan identitas yang membentuk wajah bangsa Indonesia di mata dunia.

























Komentar