top of page

GPEI–HIMKI dan Bank Mandiri Perkuat Akses Pembiayaan Bersubsidi untuk Industri Ekspor

sosialisasi program pembiayaan bersubsidi untuk pelaku usaha

Bandung, 26 Januari 2026 – Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Jawa Barat bersinergi dengan Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) serta Bank Mandiri Regional Jawa Barat guna membuka akses pembiayaan bersubsidi bagi para eksportir. Kolaborasi strategis ini difokuskan pada penguatan industri padat karya yang selama ini menjadi tulang punggung ekspor nasional.


Langkah ini diwujudkan melalui sosialisasi program pembiayaan yang digelar di Mandiri University, Bandung, pada Senin (26/1). Forum tersebut menjadi ruang dialog bagi para pelaku usaha untuk memahami skema pembiayaan yang lebih terjangkau sebagai instrumen pertumbuhan di tengah ketidakpastian global.


Ketua GPEI Jawa Barat sekaligus Ketua Umum DPP HIMKI, Bapak Abdul Sobur, menekankan pentingnya posisi strategis Jawa Barat yang menyumbang angka ekspor nasional hingga mendekati US$ 38 miliar. Menurutnya, angka tersebut merupakan representasi dari jutaan tenaga kerja yang menggantungkan hidupnya pada rantai pasok industri.

"Angka ekspor itu bukan sekadar statistik. Di sana ada pekerja, ada rantai pasok, ada industri yang harus tetap berdenyut. Karena itu, pembiayaan bersubsidi harus hadir sebagai instrumen nyata untuk menjaga produktivitas dan lapangan kerja," ujar Bapak Sobur.

Program KIPK: Solusi Strategis untuk Industri Padat Karya

Salah satu poin utama dalam pertemuan tersebut adalah pengenalan Program Kredit Industri Padat Karya (KIPK). Program ini dirancang khusus untuk sektor-sektor yang menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, termasuk mebel dan kerajinan. Dengan skema yang lebih ringan, KIPK diharapkan mampu menjawab tantangan fluktuasi nilai tukar hingga kebijakan tarif di negara tujuan ekspor.


Implementasi KIPK didukung oleh koordinasi lintas kementerian, mulai dari Kemenko Perekonomian, Kementerian Keuangan dalam hal pengaturan subsidi, hingga Kementerian Perindustrian sebagai pembuat pedoman teknis dan kriteria penerima.


Bapak Sobur mengingatkan bahwa akses modal ini harus dibarengi dengan penguatan tata kelola internal perusahaan. Legalitas yang jelas, laporan keuangan yang sehat, serta kepatuhan terhadap standar pasar global menjadi syarat mutlak agar pelaku usaha dapat benar-benar "naik kelas".


🌍 Replikasi Menuju Gerakan Nasional

Kesuksesan inisiatif di Jawa Barat ini direncanakan akan menjadi pilot project yang direplikasi ke provinsi lain di seluruh Indonesia. HIMKI dan GPEI berkomitmen untuk mendorong akses pembiayaan produktif ini menjadi gerakan nasional demi memperkuat daya tahan industri domestik.


Bank Mandiri Regional Jawa Barat menegaskan posisinya bukan hanya sebagai penyedia dana, melainkan sebagai mitra pertumbuhan bagi dunia usaha. Melalui diskusi interaktif, para peserta dibekali pemahaman mengenai fitur pembiayaan, skema pengajuan, hingga mekanisme penilaian kelayakan usaha.


Sinergi lintas sektor ini membawa pesan kuat bahwa stabilitas industri nasional dapat diraih melalui perpaduan antara dukungan finansial yang tepat, disiplin tata kelola, dan kolaborasi yang konsisten antara perbankan, asosiasi, serta pemerintah.

 
 
 

Komentar


bottom of page