top of page

Tentang HIMKI

Keberadaan sektor industri mebel dan kerajinan nasional memiliki kontribusi yang cukup signifikan sebagai salah satu industri unggulan nasional padat karya karena peranannya yang telah terbukti mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Namun demikian, sektor industri tersebut belum dapat dioptimalkan sebagai salah satu pilar kekuatan ekonomi nasional yang besar dan memadai. Untuk memajukannya diperlukan upaya dari semua pihak dengan program-program inovatif yang dapat mendorong bangkitnya kekuatan industri mebel dan kerajinan nasional yang lebih maju dan bermartabat.

HIMKI sebagai perhimpunan pelaku usaha di sektor permebelan dan kerajinan, dalam arti seluas-luasnya, menyadari tanggung jawabnya untuk membina dan mengembangkan kerjasama yang serasi, mendorong pemerataan kesempatan berusaha dan ikut serta melaksanakan pembangunan nasional di bidang ekonomi.

HIMKI didirikan atas dasar kesamaan visi, misi dan tujuan di antara para anggotanya untuk bersama-sama memajukan industri mebel dan kerajinan nasional. Organisasi ini diharapkan menjadi institusi yang aspiratif dan akomodatif dengan semangat kesetaraan di antara sesama anggotanya.

​HIMKI adalah organisasi para pengusaha industri mebel dan kerajinan di Indonesia yang berkedudukan di Jakarta dengan cabang-cabang organisasi yang tersebar dibasis produksi di seluruh kepulauan Indonesia, terutama di pulau Jawa sebagai klaster terbesar. Produk mebel dan kerajinan yang dihasilkan sangat bervariasi meliputi: mebel kayu, mebel rotan, mebel metal, mebel plastik/sintetis, komponen mebel dan kerajinan/home decor yang dibuat dari berbagai bahan campuran.

HIMKI saat ini memiliki 16 Dewan Pengurus Daerah atau disingkat DPD yang tersebar di pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi, NTB dan Bali.  Angota HIMKI saat ini lebih dari 2.500 perusahaan industri/eksportir dengan proporsi terdiri dari perusahaan berskala besar 20%, perusahaan berskala menengah 40%, dan perusahaan berskala kecil 40%, dengan tujuan ekspor ke lebih dari 120 negara di seluruh dunia. Adapun 10 negara terbesar yang menjadi tujuan ekspor adalah USA, Jepang, Belanda, Belgia, Jerman, Australia, UK, Prancis, Korea Selatan, dan Taiwan.

HIMKI dibentuk berdasarkan kesepakatan dan mandat penuh dari dua asosiasi yaitu Asosiasi Mebel dan Kerajinan Indonesia (AMKRI) dan Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (ASMINDO). Penggabungan ini tertuang di dalam Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani pada tanggal 20 April 2016 di Hotel Aryaduta Jakarta. HIMKI dikukuhkan pada tanggal 31 Mei 2016 di Jakarta dan disaksikan langsung oleh Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. Penggabungan AMKRI dan ASMINDO dalam satu wadah menjadi HIMKI adalah atas arahan Bapak Presiden Joko Widodo, tujuannya untuk memajukan industri mebel dan kerajinan yang berdaya saing kuat di pasar domestik dan ekspor.

rapat munas pertama-gigapixel-low_res-scale-2_00x.png

Visi

Visi HIMKI adalah menjadikan Indonesia sebagai negara industri mebel dan kerajinan terbesar di kawasan regional dan terkemuka di dunia.

Misi

HIMKI didirikan atas dasar kesamaan visi, misi dan tujuan di antara para anggotanya untuk bersama-sama memajukan industri mebel dan kerajinan nasional. Organisasi ini diharapkan menjadi institusi yang aspiratif dan akomodatif dengan semangat kesetaraan di antara sesama anggotanya.

Tujuan

  • Menjadi sarana yang efektif dan efisien untuk memacu lahirnya pemikiran dan gagasan-gagasan kreatif, inovatif dalam rangka memecahkan berbagai permasalahan yang tengah dihadapi oleh sektor industri mebel dan kerajinan nasional.

  • Turut serta mendorong tumbuhnya kreativitas di lingkungan masyarakat industri mebel dan kerajinan nasional guna meningkatkan keunggulan daya saing sebagai bangsa penghasil produk mebel dan kerajinan yang diperhitungkan di dunia.

  • Turut berperan aktif dalam mengembangkan iklim usaha yang kondusif untuk kelangsungan usaha industri mebel dan kerajinan serta industri lainnya yang erat kaitannya dengan industri mebel dan kerajinan.

  • Membantu kepentingan usaha/industri anggota mulai dari pengadaan bahan baku, pengolahan, promosi dan pemasaran serta distribusi dalam rangka optimalisasi usaha guna mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan anggota.

  • Membantu kepentingan anggota dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di bidang industri mebel dan kerajinan serta memberikan pendampingan advokasi, standarisasi produk dan sertifikasi profesi.

  • Memberikan masukan kepada pemerintah dalam rangka penyusunan regulasi yang sesuai dengan visi dan misi organisasi.

  • Mengembangkan kemitraan dengan para pemangku kepentingan, antara lain: industri pengolahan bahan baku, industri bahan penunjang, lembaga pembiayaan, lembaga Pembina kompetensi, dan lembaga penelitian dan pengembangan dalam rangka meningkatkan daya saing industri mebel dan kerajinan secara luas.

bottom of page