top of page

Pemkab Jepara Adakan Pameran Mebel Online Setiap Tahun, Ini Tujuannya


JADI DAYA TARIK: Perajin ukir di Desa Senenan, Tahunan, Jepara, menyelesaikan ukirannya baru-baru ini. (MOH. NUR SYAHRI MUHARROM/RADAR KUDUS)

JEPARA – Rencananya Kabupaten Jepara mengadakan pameran mebel secara online secara rutin. Ini dimaksudkan untuk mem-branding Kota Ukir serta mendongkrak usaha mebel. Sudah ada 140 pelaku usaha yang mendaftar sebagai peserta pameran.


Pembahasan soal pameran ini dipimpin Pj Bupati Jepara Edy Supriyanta saat membuka acara Kolaborasi Pengembangan Industri Furnitur Asli City BrandingJepara melalui Pamuja (Pameran Mebel Online Jepara) Berbasis Online 2023 di Gedung Shima, Kompleks Setda Jepara kemarin. Sebagai bentuk perhatian pemerintah, Edy ingin ada wadah untuk membantu aktivitas ekspor mebel. Karena itu, melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Jepara muncul pameran online bernama Pameran Mebel Ukir Jepara (Pamuja). Pamuja akan menampung beragam unsur dari industri mebel.


“Para pengusaha besar sudah punya jaringan besar. Paling tidak 5-10 persen diberikan pada pengusaha tradisional agar mereka bisa hidup. Atau bisa juga yang besar kerja sama dengan industri kecil karena kalau tidak dibantu nanti kemiskinan bertambah. Peran pemerintah harus hadir di sana perlu diperhatikan, yang kecil-kecil ini yang diperhatikan melalui pameran di tingkat Jawa Tengah, nasional nanti dibantu untuk itu,” tegas Edy.


Eriza Rudi Yulianto, Kepala Disperindag Kabupaten Jepara menjelaskan, upaya kolaborasi pengembangan ukir tersebut diharapkan bisa membangkitkan ekonomi di Jepara.


“Jadi pameran online ini akan dilaksanakan sepanjang tahun. Nanti di dalamnya akan ada JIF-BW, greatsale, bagian dari upaya mem-branding ukir lagi. Seperti jika kita belanja di marketplace, tidak ada Sabtu Minggu, ini seterusnya. Saat ini yang mendaftar baru sekitar 140-an, harapannya seluruh yang mempunyai usaha ukir bisa terlibat di situ. Jadi kalau mereka tidak terdaftar, mereka hanya bisa menunggu,” terang Eriza. (nib/war)


Editor: Ali Mustofa

5 tampilan0 komentar

Comments


bottom of page