top of page

Perhutani Perlu Beri Pelatihan Masyarakat Ubah Eceng Gondok di Waduk Carita Jadi Kerajinan Tangan



Anggota Komisi IV DPR RI Riezky Aprilia mendorong BUMN Perusahaan Kehutanan Indonesia (Perhutani) agar dapat memberikan pelatihan terhadap warga sekitar Waduk Cirata, Jawa Barat, khususnya kepada para ibu. Sebab, keberlimpahan tanaman eceng gondok yang berada di genangan waduk tersebut dapat dijadikan sarana bagi para ibu untuk menjadikannya sebagai kerajinan tangan yang bermanfaat dan bernilai jual.

Karena itu, ia menilai, kerajinan tangan yang berasal dari eceng gondok itu dapat menjadi suatu kegiatan masyarakat yang perlu didorong keberlanjutannya. Oleh karena, memiliki nilai positif dan pelatihannya tidak membutuhkan biaya yang besar.

"Banyak sekali kerajinan tangan yang bisa dibuat dari eceng gondok seperti keset kaki, tas. Saya pernah lihat beberapa dan itu memang harganya mahal. Maka saya berharap Perhutani mampu meng-endorse, men-support pelatihan-pelatihan untuk ibu-ibu di sekitar wilayah Waduk Cirata tersebut. Karena limbah eceng gondok kalau dibuang saja kan tidak ada hasilnya. Tetapi kalau masyarakat kita berdayakan, kita tingkatkan nilai ekonominya, insyaallah itu bisa membuat masyarakat punya will bahwa limbah ini harus jadi sesuatu yang memiliki nilai jual," ungkap Rizky dalam Kunjungan Kerja Reses Komisi IV DPR RI ke Waduk Cirata, Kecamatan Cirata, Kabupaten Cianjur, peovinsi Jawa Barat, Senin (17/7/2023).

Lebih lanjut, Politisi Daerah Pemilihan Sumatera Selatan I itu menambahkan, selain dijadikan sebagai kerajinan tangan, melalui teknologi keilmuan, eceng gondok dapat dijadikan sebagai penyaring untuk menekan PH (keasamaan/kebasaan) dari kadar air di dalam Waduk Cirata.

"Dari diskusi sepintas saya dengan KLHK tanaman eceng gondok ini juga bisa menjaga netralitas air tapi memang butuh perawatan yang khusus. Mungkin nanti ke depannya kita akan diskusi dan koordinasi lebih lanjut agar kandungan ph khususnya di waduk Cirata ini bisa ditekan untuk produksi ikan yang lebih baik lagi," jelas Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini.

Oleh karena itu, ia berharap ke depan pemerintah membuat suatu harmonisasi hubungan antara kementerian dan lembaga untuk sama-sama menyelesaikan permasalahan hingga menemukan solusi konkret, khususnya terhadap pencemaran dan kerusakan lingkungan di waduk Cirata.

"Kelemahan kita dari dulu adalah koordinasi antar lembaga. Saya minta KLHK untuk segera melakukan analisis terhadap berbagai problem lingkungan yang terjadi pada Waduk Cirata. Tolong berikan rekomendasi terkait turbinnya, perizinan mengenai kelayakan perikannya, dampak lingkungannya seperti apa, agar tidak panjang diskusinya dan persoalannya bisa segera terselesaikan," imbuhnya. (tra/rdn)


SUMBER : dpr.go.id

5 tampilan0 komentar

Comments


bottom of page