top of page

Konflik Timur Tengah Tak Berdampak Signifikan, HIMKI Fokus Optimalkan Pasar Utama dan Diversifikasi

  • 5 Mar
  • 2 menit membaca
ifex 2026

TANGERANG, 5 Maret 2026 – Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) memastikan bahwa eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah tidak akan memberikan dampak yang signifikan terhadap kinerja industri mebel dan kerajinan nasional secara agregat. Meski demikian, HIMKI tetap mewaspadai gangguan jalur logistik dan menekankan pentingnya strategi diversifikasi pasar.


Ketua Umum HIMKI, Abdul Sobur, menjelaskan bahwa kontribusi ekspor furnitur ke kawasan Timur Tengah saat ini hanya menyumbang sekitar 4% dari total ekspor nasional. Sebagai perbandingan, Amerika Serikat (AS) masih mendominasi sebagai pasar utama dengan kontribusi mencapai 56%.


"Kurang dari 4% ke Timur Tengah itu. Jadi, kalau Timur Tengah bergejolak, secara agregat sebetulnya tidak terlalu berpengaruh karena porsinya kecil," ujar Abdul Sobur di sela-sela pembukaan Indonesia International Furniture Expo (IFEX) 2026 di ICE BSD, Tangerang, Kamis (5/3/2026).


Tantangan Logistik dan Biaya Pengapalan

Walaupun dampak pasar tergolong minim, Abdul Sobur menggarisbawahi bahwa posisi geografis Timur Tengah sebagai jalur perdagangan dunia tetap memberikan tantangan tersendiri, terutama bagi ekspor tujuan Eropa. Konflik yang melibatkan kekuatan regional dan global di kawasan tersebut telah mengganggu arus distribusi dan memicu lonjakan biaya logistik serta asuransi hingga dua kali lipat.


"Timur Tengah itu bukan sekadar kawasan biasa; traffic dunia lewat sana sekarang. Kita ekspor ke Eropa juga lewat sana," jelas Sobur. Tercatat, biaya pengapalan (freight) telah meningkat hingga 50% sejak konflik dimulai. HIMKI memperkirakan kenaikan ongkos ekspor ini akan terus berlanjut seiring dengan kalkulasi risiko yang dinamis di industri perkapalan.


Strategi Diversifikasi dan Optimisme IFEX 2026

Menyikapi kondisi tersebut, para pengusaha mebel saat ini memilih untuk mengoptimalkan pasar utama di Amerika Serikat sembari secara aktif membidik pasar non-tradisional. Negara-negara di kawasan ASEAN, India, dan Afrika menjadi target utama diversifikasi untuk memitigasi risiko ketidakpastian global.


HIMKI tetap optimis kinerja ekspor akan terus meningkat, didorong oleh penyelenggaraan IFEX 2026 yang berlangsung pada 5-8 Maret 2026. Pameran internasional ini diharapkan mampu menarik pembeli dari 125 negara, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain kunci dalam rantai pasok furnitur global.

 
 
 

3 Komentar


I read the post about how the Middle East conflict is not significantly impacting the industry, and it was interesting how the focus is on staying stable by using main markets and diversifying strategies. It shows that strong local resources can reduce global pressure, even when energy prices and supply chains are affected . During a busy semester, I remember needing take my online course support just to manage everything. It made me realize adapting early really helps.

Suka

I read the post about the Middle East conflict and it was interesting to see how the furniture industry group HIMKI believes the situation will not significantly affect Indonesia’s furniture and handicraft sector. The article explains that companies are focusing on strengthening main markets and diversifying exports to stay stable despite global uncertainty.  I remember reading industry news like this during a busy semester when I had to use do my aleks math quizzes support to keep up with coursework. It reminded me that planning ahead helps both businesses and students.

Suka

It is interesting to read about how organizations are navigating global conflicts by focusing on market optimization and diversification—it really highlights the importance of strategic financial planning! I’ve been trying to keep up with these international trade shifts lately, but balancing these professional interests with my postgraduate research has been quite a challenge. I actually sought out some Cost accounting Assignment Help recently just to stay on top of my fiscal management modules while I focused on these economic trends. It’s all about finding that extra support to make a demanding schedule feel manageable!

Suka
bottom of page