top of page

HIMKI Targetkan Ekspor US$6 Miliar, Siapkan Strategi "Jemput Bola" ke Pasar Global

  • 2 hari yang lalu
  • 2 menit membaca
pameran ifex 2026

JAKARTA, 14 April 2026 – Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) menetapkan target ambisius untuk mendongkrak ekspor furnitur nasional hingga menembus angka US$6 miliar dalam lima tahun ke depan. Target ini mencerminkan optimisme asosiasi untuk melipatgandakan performa ekspor dari posisi saat ini yang berada di kisaran US 2,9 miliar hingga US 3,2 miliar.


Ketua Umum HIMKI, Abdul Sobur, menegaskan bahwa potensi pertumbuhan Indonesia masih sangat terbuka lebar. "Target US 6 miliar itu sebenarnya baru sekitar 1% dari pasar dunia. Artinya, ruang kita untuk tumbuh masih sangat besar," ujar beliau pada Selasa (14/4/2026).


Strategi HIMKI "Jemput Bola" melalui Pembangunan Hub Kawasan

Untuk mencapai lompatan tersebut, HIMKI melakukan transformasi strategi pemasaran global. Dari yang sebelumnya cenderung menunggu pembeli di ajang pameran, kini HIMKI mulai menerapkan strategi "jemput bola" dengan membangun hub di berbagai kawasan strategis.

  • Pusat Informasi & Transaksi: Hub ini dirancang sebagai pusat yang menghubungkan ribuan anggota HIMKI dengan calon pembeli secara digital maupun interaksi langsung.

  • Akselerasi Ekspor: Pendekatan ini diharapkan mampu mempercepat transaksi ekspor dan membuka akses pasar yang lebih luas.

  • Fokus Pasar: Amerika Serikat tetap menjadi pasar utama, namun ekspansi juga diarahkan ke kawasan strategis lainnya.


Indonesia saat ini masih tertinggal dibandingkan Vietnam yang telah mencatatkan ekspor hingga US$17 miliar. Sobur menilai kesenjangan ini terletak pada aspek industrialisasi dan efisiensi.


"Vietnam kuat di industrialisasi dan efisiensi. Kita unggul di kreativitas. Tapi kreativitas saja tidak cukup kalau tidak didukung logistik yang efisien dan regulasi yang kondusif," jelas Sobur.


HIMKI mendorong penggabungan antara kekuatan desain khas Indonesia dengan industrialisasi yang efisien sebagai kunci utama memenangkan persaingan global. Industri ini ditargetkan tumbuh di atas 10% per tahun agar visi US$6 miliar dapat terealisasi.


Meski optimis, industri masih dibayangi oleh tantangan eksternal dan internal:

  • Biaya Logistik: Dinamika geopolitik global memicu kenaikan biaya logistik yang membuat eksportir cenderung menahan pengiriman jika biaya sudah tidak rasional.

  • Kompleksitas Regulasi: HIMKI mendesak pemerintah untuk menghapuskan aturan yang menghambat dan mempercepat regulasi yang mendukung daya saing.


Industri furnitur dan kerajinan bukan sekadar penyumbang devisa, melainkan sektor padat karya yang vital. Dalam satu dekade terakhir, ekosistem ini telah menciptakan hingga 2,1 juta lapangan kerja. Selain itu, karakter industri ini sangat berkelanjutan karena berbasis sumber daya terbarukan, seperti kayu dari hutan rakyat, yang memberikan nilai tambah tinggi dari hulu hingga hilir.


Komentar


bottom of page