top of page

Industri Kriya Indonesia di Persimpangan: Saatnya Koreksi Arah Kebijakan

  • 3 jam yang lalu
  • 2 menit membaca
ifex 2026

Jakarta, 2 Mei 2026 — Industri mebel dan kriya Indonesia saat ini berada pada titik krusial. Sorotan yang disampaikan oleh Kompas.com terkait ketertinggalan Indonesia dibanding Vietnam dan China mencerminkan kondisi nyata yang telah lama dirasakan pelaku industri di lapangan.


HIMKI menilai bahwa persoalan ini bukan semata-mata kelemahan pelaku usaha, melainkan berkaitan erat dengan arah kebijakan industri nasional yang belum sepenuhnya berpihak pada sektor hilir berorientasi ekspor.


Tekanan Industri Kriya Indonesia Semakin Nyata

Dalam beberapa tahun terakhir, industri mebel dan kriya menghadapi berbagai tantangan:

  • Biaya produksi yang meningkat (energi, logistik, dan tenaga kerja)

  • Produktivitas yang belum optimal

  • Rantai pasok yang belum terintegrasi

  • Akses pembiayaan ekspor yang masih terbatas


Kondisi ini secara langsung berdampak pada daya saing Indonesia di pasar global.


Belajar dari Negara Pesaing

Vietnam dan China menunjukkan bahwa daya saing industri dibangun melalui kebijakan yang konsisten:

  • Vietnam: insentif ekspor, fleksibilitas regulasi, dan daya tarik investasi

  • China: skala produksi besar, efisiensi tinggi, dan integrasi hulu–hilir


Indonesia memiliki potensi besar, namun masih memerlukan penguatan sistem agar mampu bersaing secara berkelanjutan.


Perlu Koreksi Arah Kebijakan

HIMKI mengidentifikasi beberapa hal yang perlu menjadi perhatian:

  • Regulasi yang belum adaptif terhadap kebutuhan industri

  • Dukungan terhadap sektor hilir yang masih terbatas

  • Insentif ekspor yang kurang kompetitif

  • Pemanfaatan pembiayaan ekspor melalui LPEI yang belum optimal


Tanpa perbaikan di area ini, daya saing industri akan semakin tertekan.


Langkah Strategis ke Depan

HIMKI mendorong langkah konkret:

  1. Penyederhanaan regulasi sektor industri

  2. Penguatan insentif ekspor

  3. Perluasan akses pembiayaan ekspor

  4. Pengembangan klaster industri terintegrasi

  5. Peningkatan produktivitas melalui teknologi dan SDM


Momentum untuk Berbenah

Industri mebel dan kriya merupakan sektor strategis yang menyerap jutaan tenaga kerja dan membawa identitas budaya Indonesia ke pasar global.


Apa yang disampaikan oleh Kompas.com harus menjadi momentum refleksi bersama. Indonesia memiliki potensi besar, dan dengan arah kebijakan yang tepat, industri ini dapat kembali menjadi kekuatan utama ekspor nasional.


HIMKI siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong transformasi tersebut.



Tentang HIMKI

Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) adalah organisasi nasional yang mewadahi pelaku industri mebel dan kerajinan, dengan komitmen memperkuat daya saing industri di pasar domestik dan global.

Komentar


bottom of page