top of page

Mantap! 100 Persen Lulusan D1 Polifurneka Kendal Langsung Terserap Industri


KENDAL, AYOSEMARANG.COM - 100 persen lulusan Program Diploma Satu (D1) Teknik Finishing Furniture Politeknik Industri Furniture dan Pengolahan Kayu (Polifurneka) Kendal langsung diserap industri.

Jumlah peserta yang lulus pada 2023, sebanyak 24 orang dengan rincian 22 orang laki-laki dan 2 orang perempuan yang berasal dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Jakarta, dan Lampung.

Plt Direktur Polifurneka Emmy Suryandari mengatakan, lulusan terbaik dengan IPK 4 diraih peserta asal Kendal yakni Farid Lutfihakim.

“Kepada lulusan terbaik semoga apa yang telah diraih dapat dipertahankan dan ditingkatkan dimasa yang akan datang. Selain itu 15 peserta juga lulus dengan predikat Cum Laude,” katanya saat pelepasan peserta D1 Teknik Finishing Furniture, Jumat, 19 Mei 2023.

Dikatakan Emmy, program setara D1 Teknik Finishing Furnitur di Polifurneka ini merupakan angkatan ke-3.

Sebelumnya telah membuka program studi Teknik Ukir yang diikuti 22 peserta, dan Teknik Konstruksi Furniture sebanyak 22 peserta. Di mana semuanya telah terserap di dunia industri furniture.

“Program Studi Teknik Finishing Furniture ini didirikan karena kebutuhan tenaga kerja sektor industri belum banyak. Bersama dengan industri finishing menyusun kurikulum sehingga menghasilkan 10 mata kuliah dengan 25 persen teori dan 75 persen praktik,” terangnya.

Industri yang menyerap lulusan D1 Polifurneka yakni PT. Bio Industries Omnipresen, PT. Propan Raya ICC, PT. Mitra Graha Selaras, CV. Jati Agung, PT. Prapta Sukses Gemilang, CV. Duta Mulia Chemindo, PT. Qualitech Indoprima, PT. Scancom Indonesia, PT. Qualitech Indopiranti dan Substitute Maker Space.

Sementara Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian, Masrokhan menuturkan industri merupakan sektor yang berperan penting dalam pembangunan nasional dan turut memacu pertumbuhan ekonomi.

Dikatakannya, saat ini pemerintah terus mendukung industri furnitur Indonesia untuk meningkatkan daya saing dan produtivitasnya dengan berbagai kebijakan untuk mengurangi tantangan.

Seperti ketersediaan bahan baku, inovasi desain produk, kreasi kesesuaian selera pasar, peningkatan kompetensi SDM, serta pemanfaatan teknologi tepat guna terkait dengan kelestarian lingkungan yang dihadapi industri furniture.

“Program ini memang kita sesuaikan dengan kebutuhan industri termasuk sarana dan prasarana yang benar-benar seperti di industri. Sehingga lulusannya langsung diserap dan yang diajarkan 70 persen praktek dan sisanya teori,” jelasnya.

Sedangkan perwakilan industri, Didik Wasono dari PT Bio Industri mengatakan bahwa lulusan Polifurneka sudah memahami dunia kerja dan sesuai dengan kebutuhan industri yang ada.

“Ini merupakan kolaborasi politeknik dengan industri dan yang diajarkan sesuai dengan kebutuhan industri furniture. Sehingga wajar jika lulusannya menjadi rebutan pelaku industri furniture karena sudah mempunyai kemampuan yang kompeten,” katanya

Lulusan terbaik program D1 teknit finishing furniture, Farid Lutfihakim mengaku bangga bisa menempuh pendidikan di Polifurneka.

“Disini kami menuntut ilmu, berdiskusi dan saling berbagai serta belajar finishing kayu secara langsung dari ahlinya. Dan Alhamdulilahnya setelah selesai langsung bekerja dengan bea siswa penuh,” ujarnya.

Mewakili teman-temannya Lutfi mengucapkan terima kasih sudah mendapatkan ilmu yang menjadi bekal. Ini bukan menjadi puncak prestasi masih perlu belajar lagi serta tanggung jawab atas ilmu yang sudah didapat akan dijalankan dengan baik.

9 tampilan0 komentar

Comments


bottom of page