top of page

Task Force Kemendag HIMKI Resmi Dibentuk, Kawal Target Ekspor Furnitur Capai USD 6 Miliar pada 2031

20 Agu
2 menit membaca
Pertemuan Task Force Kemendag dan pengurus HIMKI dalam pembahasan target ekspor
Kunjungan Menteri Perdagangan, Budi Santoso ke CV. Citra Fajar Utama, Klaten setelah acara TEI CEO Gathering. Kamis, 20 Agustus 2026

SOLO, 20 Agustus 2026 – Kementerian Perdagangan Republik Indonesia (Kemendag) bersama Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) secara resmi menyepakati pembentukan Task Force Kemendag HIMKI. Tim kerja bersama ini dibentuk khusus untuk mengawal akselerasi ekspor sektor mebel, kerajinan, dan dekorasi rumah (home décor) nasional menuju target US$6 miliar pada tahun 2031.


Menteri Perdagangan, Budi Santoso, menegaskan bahwa tim bersama tersebut langsung aktif bekerja mulai hari ini. Kesepakatan strategis ini diumumkan di sela-sela kegiatan kampanye dan sosialisasi Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 sektor Furniture & Home Décor di Solo, Jawa Tengah, Kamis (20/8/2026), yang dihadiri oleh jajaran pejabat pemerintah, pengurus HIMKI, dan pelaku industri nasional.


Ketua Umum HIMKI, Abdul Sobur, menegaskan bahwa pembentukan task force ini bukan sekadar menambah ruang rapat atau forum koordinasi baru, melainkan mekanisme kerja bersama yang berorientasi konkret pada hasil transaksi dan pertumbuhan pasar nyata.


“Ukurannya harus jelas dan terukur: berapa buyer baru yang kita dapatkan, berapa pasar baru yang terbuka, berapa eksportir baru yang tumbuh, serta berapa nilai transaksi dan repeat order yang terealisasi menuju target USD 6 miliar pada 2031,” tegas Abdul Sobur.


Task Force Kemendag HIMKI Resmi Dibentuk, Kawal Ekspor Furnitur USD 6 Miliar

Task Force Kemendag HIMKI akan difokuskan pada penguatan intelijen pasar dan buyer, penyelenggaraan business matching yang berorientasi transaksi, serta optimalisasi jaringan diplomatik perdagangan seperti Atase Perdagangan (Atdag) dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) di seluruh dunia.


Abdul Sobur menyoroti bahwa Indonesia telah memiliki berbagai platform pameran dan promosi yang kuat, seperti TEI dan IFEX. Namun, instrumen-instrumen ini harus diintegrasikan agar data potensi pasar dapat dikonversi menjadi kontrak dagang jangka panjang.

Market intelligence harus kita transformasikan menjadi buyer intelligence, dan buyer intelligence harus berakhir menjadi transaksi konkret,” jelasnya.

Makna Strategis Solo dan Peta Diversifikasi Global

Mendag Budi Santoso dan Ketua Umum HIMKI Abdul Sobur di acara sosialisasi TEI 2026 di Solo
Foto bersama setelah acara TEI CEO Gathering. Kamis, 20 Agustus 2026 di Hotel Alila, Solo

Pemilihan Solo sebagai lokasi peluncuran inisiatif ini dinilai sarat makna. Wilayah Solo Raya dan Jawa Tengah merupakan jantung ekosistem industri mebel nasional yang ditopang oleh keunggulan tradisi craftsmanship, keahlian tenaga kerja, keterlibatan desainer, serta rantai pasok yang solid antargenerasi.


Selain mempertahankan pasar tradisional utama di Amerika Serikat dan Eropa, task force ini juga memacu diversifikasi pasar ke kawasan potensial non-tradisional, meliputi negara-negara Teluk (GCC/Timur Tengah), Kanada, Australia, Jepang, Korea Selatan, India, Afrika, Amerika Latin, hingga pasar-pasar berkembang (emerging markets) lainnya.


Fondasi Menuju Visi Ekspor 2045

Target ekspor US$6 miliar pada 2031 menjadi batu loncatan strategis menuju visi jangka panjang HIMKI untuk mencapai ekspor sebesar US$25 miliar pada tahun 2045. Untuk mencapai skala raksasa tersebut, industri nasional didorong melakukan transformasi dari sekadar manufaktur menuju penciptaan nilai (value creation), inovasi desain, penguasaan teknologi hijau, dan penguatan branding internasional.


“Pemerintah tidak perlu memanjakan industri. Kami sendiri yang harus meningkatkan produktivitas, desain, kualitas, dan sustainability. Yang kami perlukan adalah pintu akses pasar dunia yang semakin terbuka lebar serta kepastian regulasi yang adil agar produk Indonesia mampu bertarung di level global,” pungkas Abdul Sobur.

1 Komentar


lohaszpoming376
7 hari yang lalu

Really nice write-up. The examples make the subject feel much easier to understand, especially for someone just getting started. If you're into quick platform challenges, geometry dash can be a fun way to test your timing while working through different stages.

Suka
bottom of page